“Jadi enggak hanya ospek saja. Kita juga ada pameran karya yang diselenggarakan di Gedung Engineering Center, tepatnya di area Ji-Lobby,” kata Riza.
Menurut dia, Creative Exhibition menjadi bagian penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga:
Bawa Senjata Tajam hingga Mahasiswa Tewas, Pelaku Tawuran Bekasi Dihukum 10 Tahun
“Di Creative Exhibition ini anak-anak berkreasi dan menampilkan karya-karya mereka selama belajar di CCIT FTUI. Baik yang dari semester 1, 2, 3, ataupun semester atas, semuanya ditampilkan,” tuturnya.
Riza menjelaskan, pameran tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap proses belajar mahasiswa sekaligus sarana untuk menunjukkan hasil pendidikan kepada orang tua dan lingkungan akademik.
“Kita ingin mereka memberikan tanggung jawab kepada orang tuanya, kepada kita semua. ‘Ini loh hasil karya selama belajar di CCIT FTUI,’” ujarnya.
Baca Juga:
Pemuda Beiwali Sulap Sampah Jadi Paving Blok, Dari Limbah Lahir Peluang Ekonomi
Saat ini, jumlah mahasiswa yang mengikuti berbagai program pendidikan di CCIT FTUI diperkirakan mencapai sekitar 500 orang. Program yang tersedia antara lain Teknologi Informasi, Kartun Multimedia, Digital Marketing, serta sejumlah bidang lain yang berkaitan dengan perkembangan industri kreatif dan teknologi digital.
Riza menyebut sejumlah pihak industri turut berpartisipasi, di antaranya perwakilan Kodak Malaysia serta Melon Gaming. Kehadiran praktisi industri dinilai penting untuk memberikan perspektif yang lebih dekat dengan kebutuhan dan perkembangan dunia kerja.
“Sejauh yang saya tahu ada beberapa dari industri, seperti dari Kodak Malaysia yang diwakili Ibu Novita dan tim. Kemudian ada juga dari Melon Gaming,” katanya.