Aspek etika digital juga menjadi bagian penting dalam seminar. Para guru dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Filsafat Pendidikan
Baca Juga:
Keluarga Besar PWI Jambi Berduka, Hery Rawas Mantan Sekretaris PWI Jambi Tutup Usia
Selain teknologi, seminar juga membahas hakikat pendidikan melalui perspektif filsafat yang dibawakan oleh Dr. Frits H. Pangemanan, M.Sc, Dosen dan Kepala Pusat Publikasi Ilmiah Institut Ilmu-Ilmu Sosial Asia (Asian Social Insitute) Manila, juga Pengamat Sosial dan Pendidikan.
Dr. Frits H. Pangemanan mengangkat pemikiran Sokrates, Plato, dan Aristoteles untuk mengajak para guru memahami kembali peran pendidik dalam proses pembelajaran.
Pembahasan tersebut dikaitkan dengan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam kebijakan pendidikan nasional.
Baca Juga:
Gubsu Bobby Kunjungi Sekolah dan Tinjau Pembangunan Jalan di Nias Utara
Dalam perspektif filsafat pendidikan, kata Pengamat Sosial dan Pendidikan itu, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengenali diri, membangun karakter, dan mengembangkan moralitas.
Para peserta juga diajak melihat tantangan profesi guru di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial.
"Akses informasi yang semakin luas membuat siswa memiliki sumber belajar yang beragam. Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar tetap relevan dalam mendampingi peserta didik," kata pungkas yang juga penulis Buku 50 Tahun Imamat Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC itu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (9/8/2026).