Lantas, sebagai bentuk pendampingan terhadap calon PMI, pemerintah turut menyediakan 2.000 kelas pelatihan dengan asumsi 20 orang per kelas. Kemudian, terdapat 7 sektor jabatan atau posisi yang akan dilatih dari segi teknis, bahasa dan sertifikasi. Sayangnya, sektor-sektor tersebut masih belum bisa dijabarkan lantaran masih menunggu beberapa proses tertentu.
"Tetapi kita sudah punya sektor-sektor prioritas tinggal kita breakdown saja lagi dari yang ada mana yang paling memungkinkan karena ini KPI-nya penempatan sampai kepada kursus visa dan lain-lain itu mana yang paling negara yang paling memungkinkan," jelas dia.
Baca Juga:
Jeritan WNI Terlantar di Kamboja Menggema, Pemko Binjai Bergerak Cepat
Berikutnya, terdapat 23 wilayah sebaran kegiatan pelatihan calon PMI. Dalam hal ini, pelatihan tersebut terdapat di 23 provinsi seluruh Indonesia dengan negara penempatan prioritas antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, dan Taiwan.
Tak ketinggalan, setelah masa kerja selesai, para PMI juga akan mendapatkan layanan pemulangan, pemberdayaan bagi purna PMI dan keluarga serta reintegrasi sosial dan rehabilitasi sosial.
Beragam layanan ini diharapkan menghasilkan output berupa peningkatan kesejahteraan PMI beserta keluarganya, sehingga akhirnya dalam dapat mengatasi masalah kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, hingga meningkatkan nilai remitansi atau pengiriman uang lintas negara.
Baca Juga:
BP2MI: Tidak Ada PMI dari Sumatera Barat Bekerja di Negara Berkonflik
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.