Salah satu model yang menjadi rujukan adalah lembaga pendidikan elite di Prancis yang sebelumnya dikenal dengan nama École Nationale d'Administration atau ENA.
Lembaga tersebut kini telah bertransformasi menjadi Institut National du Service Public atau INSP.
Baca Juga:
Baru 1,5 Bulan Menjabat, Kepala BGN Nanik S Deyang Mendadak Mengundurkan Diri
"Yaitu seperti halnya kalau di Perancis kita kenal ENA ataupun sekarang namanya INSP, itu adalah beberapa pejabat tinggi dari Perancis juga lulusan dari sekolah tersebut," katanya.
Indonesia ingin mengadaptasi pendekatan serupa dengan tetap menyesuaikannya pada kebutuhan nasional, nilai kebangsaan, dan tantangan kepemimpinan di dalam negeri.
URI tidak hanya akan memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, keterampilan manajerial, dan kemampuan mengambil keputusan.
Baca Juga:
Data Penerima Dirombak, Anggaran MBG Dipangkas Rp39 Triliun
"Nah, ini diharapkan juga seperti itu juga, kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan," ucap Donny.
Pembentukan karakter menjadi salah satu aspek utama karena lulusan URI diproyeksikan mengisi posisi penting yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan pengelolaan kepentingan negara.
Selain memiliki kompetensi tinggi, lulusan URI juga diharapkan memegang teguh integritas dan memiliki komitmen kuat terhadap kepentingan nasional.