Pemerintah, lanjut dia, juga menyambut penetapan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara bagi diplomasi budaya dan pendidikan Indonesia–India. Momentum tersebut sekaligus menandai 100 tahun pertemuan bersejarah antara penyair dan filsuf India Rabindranath Tagore dengan Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.
Menurutnya, seluruh inisiatif tersebut mencerminkan eratnya ikatan peradaban yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Ia berharap berbagai kesepakatan yang telah dicapai dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Baca Juga:
Di India Warga Demo Besar-besaran Tolak BBM Baru Campuran Etanol
"Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," ucapnya.
Sementara itu, Modi mengatakan kerja sama di bidang pendidikan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan generasi muda di kawasan.
"Indian Institute of Management Bengaluru akan membuka kampus di Indonesia tidak lama lagi. Dan inisiatif tersebut akan membawa manfaat besar bagi masyarakat muda di kawasan Asia," ujar Modi.
Baca Juga:
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat dari 5 Kerajaan di Kedaton Keagungan
Selain itu, Modi mengatakan Indonesia dan India juga sepakat memperkuat kerja sama di bidang antariksa, teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Hal tersebut dinilai sejalan dengan kondisi kedua negara yang akan memasuki bonus demografi, sementara generasi muda di masing-masing negara menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap bidang teknologi, rekayasa, kecerdasan buatan, telekomunikasi, dan infrastruktur digital.
"Kita sudah memiliki kerja sama yang dalam bertahun-tahun dan untuk ke depannya kita mengambil keputusan penting untuk berkolaborasi bersama di sektor angkasa atau space serta pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas," pungkas Modi.