Pendekatan ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui semangat Diktisaintek Berdampak.
Konsep tersebut menekankan bahwa setiap program dan kebijakan yang dihasilkan harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar lebih kompetitif di tingkat global.
Baca Juga:
Atasi Krisis Sampah, Kemdiktisaintek Gandeng Berbagai Pihak dan Dorong Inovasi Teknologi
Dalam forum tersebut, Stella juga menyoroti pentingnya membangun perspektif yang tepat dalam melihat kapasitas sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi.
Ia menilai bahwa penguatan ekosistem pendidikan tinggi harus didukung oleh sistem yang inklusif, terbuka, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh talenta bangsa untuk berkembang secara optimal.
Kepemimpinan Autentik dan Berintegritas
Baca Juga:
Kemdiktisaintek dan DPR Perkuat Evaluasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
Selain itu, Stella turut menekankan pentingnya kepemimpinan yang autentik dan berintegritas.
Menurutnya, setiap pemimpin harus memiliki keberanian untuk menyuarakan gagasan, menjaga nilai-nilai yang diyakini, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Ia menegaskan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak hanya diukur dari hasil akhir yang dicapai, tetapi juga dari proses yang dijalankan, termasuk komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan yang lebih luas.