WAHANANEWS.CO, Jakarta - Chief Operation Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menanggapi ajakan penarikan dana dari bank-bank BUMN yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Seruan ini muncul sebagai respons atas masuknya bank-bank BUMN ke dalam pengelolaan Danantara.
Baca Juga:
Sepanjang Tahun 2025 Jasa Raharja Beri Santunan Korban Kecelakaan Rp3,22 Triliun
Dony menegaskan bahwa Danantara akan beroperasi dengan sistem pengawasan berlapis dari pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
Ia juga menepis anggapan bahwa dana nasabah di bank BUMN akan digunakan sebagai modal Danantara.
Menurutnya, setiap BUMN memiliki modal usaha sendiri untuk menjalankan operasionalnya tanpa mengambil langsung dana dari masyarakat yang disimpan di bank.
Baca Juga:
Danantara Siapkan Dana US$6 Miliar, KSPSI Dukung Rencana Prabowo Bentuk BUMN Tekstil Baru
"Sudah dijelaskan bahwa Danantara memiliki sistem pengawasan ketat, dan tidak benar jika dana masyarakat digunakan sebagai modal. Ini harus diluruskan," kata Dony di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025).
Dony pun menyayangkan munculnya ajakan untuk menarik dana dari bank BUMN, mengingat bank-bank ini memiliki kinerja terbaik di ASEAN.
Ia menekankan bahwa kapasitas bank-bank BUMN dalam mengelola dana sudah terbukti dan tidak perlu diragukan lagi.