WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rencana Presiden untuk menempatkan utusan khusus dalam mengawasi perusahaan milik negara memantik kritik dari kalangan oposisi, salah satunya datang dari politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli.
Jumat (13/3/2026) -- Kritik tersebut disampaikan Guntur Romli melalui akun media sosial X miliknya ketika menanggapi wacana Presiden Prabowo Subianto yang berencana menunjuk utusan khusus presiden untuk memantau kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
“Utusan khusus untuk mengawasi? Terus jajaran komisaris buat apa?” katanya.
Guntur Romli kemudian menyinggung persoalan dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme serta kebijakan efisiensi anggaran yang selama ini sering disampaikan oleh pemerintah.
“Ini utusan khusus dari orangnya sendiri, untuk menunjukkan KKN? Biar semakin banyak orang, sehingga bertentangan dengan efisiensi?” tuturnya.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Rencana penempatan utusan khusus tersebut sebelumnya disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang menilai pengawasan terhadap perusahaan negara perlu diperkuat.
Ia menyatakan pemerintah akan menempatkan utusan khusus di sejumlah BUMN sebagai bagian dari upaya menjaga pengelolaan aset negara agar tidak mengalami kebocoran.
“Saya sudah menunjuk utusan-utusan khusus, dan mungkin untuk setiap BUMN yang kita kelola. Kita harus awasi, karena ini darah bangsa,” tuturnya.