WahanaNews.co, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Wakil Presiden Eksekutif dan Chief Policy Officer United States-ASEAN Business Council (USABC) Marc P. Mealy di Jakarta, Kamis (5/2). Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat pentingnya dialog yang terbuka, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan bersama guna mendorong hubungan dagang yang semakin kompetitif dan berkelanjutan, termasuk melalui kolaborasi publik dan swasta.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong Ketahanan ASEAN di Tengah Tekanan Geopolitik Global
“Pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang kondusif serta sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mendorong kerja sama perdagangan dan investasi yang seimbang dan saling menguntungkan, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Roro dalam keterangan resminya.
Roro menambahkan, kebijakan perdagangan dan kebijakan terkait lainnya dirancang untuk menjaga kepentingan nasional tanpa menghambat kegiatan usaha. Pemerintah, kata dia, terbuka terhadap masukan dari dunia usaha internasional.
“Kami memastikan bahwa setiap kebijakan diimplementasikan secara proporsional, jelas, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” imbuhnya.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Harga Bapok Jelang Imlek dan Ramadan, Pastikan Stabil
Terkait hubungan perdagangan Indonesia-AS, Roro menyampaikan bahwa pembahasan kerja sama dan isu tarif saat ini masih berlangsung melalui koordinasi lintas kementerian. Pemerintah Indonesia berharap proses tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara sekaligus memperluas akses pasar.
Sementara itu, Mealy menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Indonesia dalam membangun komunikasi dengan komunitas bisnis.
“Kami menghargai kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan Pemerintah Indonesia. Kepastian kebijakan dan dialog yang berkelanjutan sangat penting bagi dunia usaha dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang,” ujar Mealy.
USABC juga menyampaikan pandangan serta masukan dari perusahaan-perusahaan anggotanya terkait berbagai isu kebijakan, termasuk pentingnya pendekatan strategis dan fleksibel dalam penerapan kebijakan industri di sektor-sektor prioritas.
Pendekatan strategis dinilai penting agar kebijakan pendukung industri dan perdagangan memiliki arah yang jelas serta selaras dengan tujuan pembangunan nasional. Adapun fleksibilitas dalam implementasi diperlukan untuk memberikan ruang penyesuaian, kejelasan masa transisi kebijakan, serta kepastian bagi dunia usaha.
Menurut USABC, dialog yang berkesinambungan dapat membantu mengidentifikasi solusi yang seimbang bagi pemerintah dan pelaku usaha.
Selain isu bilateral, kedua pihak juga membahas kerja sama regional di tingkat ASEAN, termasuk dukungan terhadap penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA) serta inisiatif pengembangan ekonomi sirkular dan hijau.
USABC menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan perjanjian tersebut, khususnya bagi usaha kecil dan menengah.
[Redaktur: Alpredo]