WAHANANEWS.CO - Menteri Perdagangan Budi Santoso berencana memanggil asosiasi logistik untuk membahas mahalnya ongkos kirim antar pulau yang dinilai makin membebani pelaku usaha dan membuat produk Indonesia kalah bersaing di pasar.
Rencana itu disampaikan Budi setelah menerima banyak keluhan dari pelaku usaha dalam forum Ngobrol Produk Indonesia (NGOPI) UMKM terkait tingginya biaya distribusi barang di Indonesia.
Baca Juga:
Oknum Petugas Kargo Bandara Soetta Curi Tas Lululemon, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar
Menurut Budi, pemerintah ingin mencari solusi bersama dengan pelaku usaha dan asosiasi logistik untuk mengetahui kendala teknis yang terjadi di lapangan.
"Makanya tadi dari asosiasi logistik akan ketemu, kita mungkin cari solusinya seperti apa. Mungkin teman-teman di lapangan kan mengalami secara teknis kendalanya apa. Nanti kita diskusi bareng-bareng," ujar Budi dalam konferensi pers usai forum NGOPI UMKM di 86 Coffee Bakery, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Budi mengatakan pemerintah membuka ruang dialog seluas-luasnya agar persoalan biaya logistik bisa dibahas lebih detail bersama para pelaku usaha.
Baca Juga:
Obama Bangga Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Tak Picu Pertumpahan Darah
Ia menyebut pertemuan lanjutan akan digelar di kantor Kementerian Perdagangan karena waktu diskusi dalam forum tersebut terbatas.
"Tadi kami sudah sampaikan ketemu saja di kantor, karena waktunya di sini enggak cukup. Nanti kita ngobrol. Enggak apa-apa, kita terbuka karena kita juga pingin cari solusinya seperti apa," terangnya.
Budi mengakui biaya logistik masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah, terlebih Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki tantangan distribusi cukup kompleks.