"Memang itu problem kita karena salah satunya kita negara kepulauan. Tapi kita terus. Jadi memang tidak mudah," ujar Budi.
Ia menjelaskan kondisi global juga ikut memperburuk ongkos logistik karena harga bahan baku impor dan harga minyak dunia mengalami kenaikan.
Baca Juga:
China Ubah Penulisan Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Beijing
"Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik karena faktor krisis global, faktor minyak, logistiknya juga naik," katanya.
Budi menegaskan pemerintah masih membutuhkan banyak masukan dari pelaku usaha dan asosiasi logistik agar solusi yang disiapkan nantinya sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Tapi itu PR kita. Saya mungkin belum bisa menjelaskan detail sekarang. Tapi saya justru minta masukan dari ibu dan teman-teman semua, karena permasalahan kita bareng," ujarnya.
Baca Juga:
Oknum Petugas Kargo Bandara Soetta Curi Tas Lululemon, Kerugian Tembus Rp 1 Miliar
Keluhan terkait mahalnya biaya logistik sebelumnya disampaikan Ketua Umum Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia Fera Umbara dalam forum NGOPI UMKM.
Fera menilai tingginya ongkos distribusi antar pulau membuat harga pokok produksi (HPP) produk Indonesia sulit bersaing, terutama karena tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Menurutnya, persoalan logistik juga menjadi perhatian sejumlah asosiasi lain seperti Asosiasi Logistik Indonesia dan Indonesian African Business Council (INAKBC).