Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menciptakan lebih banyak wirausaha muda yang inovatif dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar.
“Melalui program Campuspreneur dan Link and Match UMKM mahasiswa dengan peritel, kami mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang inovatif, memahami kebutuhan pasar, serta memiliki akses terhadap jaringan pemasaran ritel modern,” tutur Roro.
Baca Juga:
Wamendag Dorong Penguatan Perdagangan, Transformasi Digital, dan Transisi Hijau di Forum APEC 2026
Di sisi lain, Kemendag juga terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar ekspor dan masuk ke dalam rantai pasok global. Upaya tersebut didukung oleh jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara yang berperan dalam promosi, penjajakan bisnis, hingga fasilitasi akses pasar internasional.
“Kami ingin makin banyak UMKM Indonesia yang mampu menembus pasar ekspor dan menjadi bagian dari rantai pasok dunia. Kami mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas dan jaringan perwakilan perdagangan RI guna menjajaki peluang pasar di berbagai negara,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai program BINA Holiday and Back to School 2026 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara sekaligus mendorong belanja masyarakat selama masa liburan sekolah.
Baca Juga:
Kemitraan Dagang Indonesia-Tiongkok Kian Menguat, Potensi Transaksi Capai USD 86 Juta di Shanghai
Menurut Ni Luh, pemerintah telah menyiapkan berbagai stimulus transportasi guna mendukung mobilitas masyarakat, mulai dari diskon tiket kereta api, angkutan laut, hingga insentif di sektor penerbangan.
Dengan berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap jumlah perjalanan wisatawan nusantara meningkat dan memberikan dampak positif terhadap konsumsi domestik.
“Momentum libur sekolah menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mendorong konsumsi masyarakat. Program BINA Holiday and Back to School 2026 sangat relevan karena menghubungkan aktivitas berwisata dengan belanja produk-produk Indonesia,” kata Ni Luh.