WAHANANEWS.CO, Jakarta - Cuaca ekstrem yang menyergap Jakarta dan sekitarnya langsung mengguncang ritme penerbangan nasional, setelah Bandara Soekarno-Hatta menjadi titik awal kekacauan jadwal pesawat yang merambat ke berbagai kota besar.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (12/1/2026) dan tidak hanya memukul operasional penerbangan di Jakarta, tetapi juga memicu efek domino ke sejumlah bandara utama di Indonesia.
Baca Juga:
Cuaca Buruk Picu Harga Bawang Merah Melonjak di Pasar Mardika, Pemerintah Diminta Bertindak
Cuaca buruk menyebabkan keterlambatan keberangkatan dan kedatangan pesawat, pengalihan rute penerbangan, hingga penumpukan jadwal terbang maskapai di berbagai bandara.
Kondisi tersebut diungkapkan oleh pemerhati dan konsultan penerbangan, Gerry Soejatman, melalui akun media sosial X miliknya.
“Imbas dari cuaca buruk tadi pagi di bandara Soekarno-Hatta (CGK/WIII) masih bikin pusing dan repot banyak orang akibat knock-on effect atau consequential delay, baik dari pemunduran keberangkatan maupun diversion dan kombinasi tabrakan dengan jadwal-jadwal yang masih on schedule,” tulis Gerry, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:
Tragedi Cuaca Buruk di Ambon: Anak Tewas Tertimbun Longsor, Pria Dewasa Tertimpa Pohon
Menurutnya, gangguan operasional sejak pagi hari di Bandara Soekarno-Hatta memicu efek berantai yang memengaruhi jadwal penerbangan berikutnya.
Berdasarkan data pemantauan penerbangan, tingkat gangguan operasional masih tergolong tinggi hingga sore hari.
Gerry mengungkapkan indeks gangguan atau disruption index pada platform Flightradar24 masih berada di level 5,0 untuk penerbangan keberangkatan maupun kedatangan.
Level 5,0 tersebut menggambarkan kondisi penerbangan yang hampir kembali normal meski gangguan masih terasa, dengan situasi tercatat sekitar pukul 18.30 WIB.
“Average delay tercatat sekitar 90 menit untuk kedatangan dan 67 menit untuk keberangkatan,” terang Gerry.
Ia mengimbau penumpang agar bersabar dan menyiapkan waktu tambahan bagi yang masih harus melakukan perjalanan udara dari dan menuju Jakarta.
“Mohon bersabar bagi yang masih harus melakukan penerbangan ke atau dari Jakarta hari ini dan siap-siap spend waktu ekstra di bandara,” ungkapnya.
Dampak cuaca buruk di Jakarta, lanjut Gerry, juga telah menjalar ke sejumlah bandara besar lainnya di Tanah Air.
Beberapa bandara seperti Surabaya Juanda, Bali Ngurah Rai, dan Makassar Sultan Hasanuddin tercatat berada pada disruption index yang sama.
“Bandara Surabaya Juanda (SUB/WARR), Bali Ngurah Rai (DPS/WADD), dan Makassar (UPG/WAAA) juga berada dalam disruption index 5.0, jadi dampak dari cuaca buruk Jakarta sudah merambat ke bandara-bandara lain,” terangnya.
Gerry juga mengingatkan potensi munculnya keluhan penumpang terkait kompensasi akibat keterlambatan penerbangan.
Menurutnya, gangguan yang dipicu cuaca ekstrem masuk dalam kategori faktor di luar kendali maskapai penerbangan.
Sementara itu, genangan banjir yang sempat merendam ruas Tol Prof Sedyatmo pada Senin kemarin mulai terpantau surut pada Selasa pagi.
Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas jalan tol masih mengerahkan mesin pompa untuk mengalirkan sisa genangan air di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan TMC Polda Metro Jaya pada pukul 07.30 WIB, genangan setinggi sekitar 15 sentimeter masih terlihat di ruas Tol Sedyatmo, tepatnya di off ramp Rawabokor.
“Situasi arus lalu lintas arah Bandara Soekarno-Hatta terpantau ramai cenderung padat imbas adanya genangan, diimbau bagi para pengendara agar berhati-hati bila melintas,” sebut TMC dalam unggahan di X.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]