Opsi privatisasi juga dibuka bagi BUMN yang secara finansial lemah namun masih memiliki potensi nilai bagi investor.
“Kalau misalnya ada orang mau, dia bisa monetize lebih baik, ya jual. Jadi ada banyak caralah, gitu. Yang jelas itu target yang sangat ambisius,” ucap Febriany.
Baca Juga:
Negara Hadir Sejak Hari Pertama, PLN Terangi 600 Huntara Aceh Tamiang
Sebagai catatan, Danantara sebelumnya telah menyalurkan injeksi modal ke sejumlah BUMN, antara lain PT Garuda Indonesia Tbk senilai Rp 23 triliun yang terdiri atas pinjaman pemegang saham Rp 6,65 triliun dan modal tunai Rp 17 triliun, PT Krakatau Steel Tbk senilai Rp 4,93 triliun dalam bentuk shareholder loan, dan PT Kimia Farma Tbk senilai Rp 846 miliar dalam bentuk shareholder loan.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari fase awal Danantara untuk menstabilkan BUMN sebelum beralih ke agenda penciptaan nilai.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini].
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.