WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara diingatkan agar tidak hanya besar dalam skala, tetapi juga jernih arah dan transparan dalam komunikasi kepada publik.
Peringatan itu disampaikan analis komunikasi politik Hendri Satrio yang menilai keberadaan Danantara harus benar-benar selaras dengan kepentingan nasional.
Baca Juga:
APBN Bisa Dipakai Bayar Utang Whoosh, Menkeu Purbaya Siap Terbang ke China
Hendri Satrio atau Hensa menekankan konsolidasi aset strategis melalui Danantara mesti diarahkan untuk membangun fondasi ekonomi jangka panjang tanpa menggerus ketahanan fiskal negara dalam jangka pendek.
“Jadi, catatan pertama saya, Danantara itu untuk kepentingan nasional,” ujar Hensa dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/1/2026).
Ia mempertanyakan bagaimana konsolidasi aset negara melalui Danantara dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang di tengah pengalihan sebagian dividen BUMN.
Baca Juga:
Danantara Batasi Penyelamatan BUMN, Fokus Ciptakan Nilai Tambah di 2026
“Bagaimana memastikan konsolidasi aset strategis negara melalui Danantara bisa menghasilkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang tanpa mengorbankan ketahanan fiskal jangka pendek,” kata Hensa.
Menurutnya, penguatan Danantara berpotensi menambah tantangan pembiayaan pembangunan jangka pendek melalui APBN.
Ia menilai beban paling berat yang selama ini menghambat kinerja BUMN adalah tingginya biaya tetap.