Kemitraan tersebut bertujuan untuk mendukung kemandirian industri nasional dan mendorong penguatan sektor manufaktur domestik.
Langkah ini selaras dengan visi pemerintah untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Baca Juga:
OASA dan SUS Environment Kembangkan PSEL Lampung Raya, MARTABAT Prabowo-Gibran: Transformasi Sampah Jadi Energi Perlu Dipercepat
Pinjaman jumbo ini dirancang untuk tersedia selama tiga tahun ke depan dan berasal dari seleksi ketat terhadap proposal dari 11 bank asing.
Salah satu daya tarik fasilitas ini adalah suku bunga yang kompetitif, yakni setara dengan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia.
Yang menarik, pinjaman tersebut diberikan tanpa adanya jaminan langsung, bahkan dari pemerintah Indonesia.
Baca Juga:
Ekonom: Penerbitan Patriot Bond Tarik Dana SDA Rp15.000 Triliun yang Hilang Langkah Tepat
“Danantara adalah sebuah obligasi pemerintah,” ungkap seorang sumber anonim yang mengetahui langsung proses negosiasi tersebut.
Meski demikian, Danantara hingga saat ini belum berencana untuk menerbitkan surat utang.
Beberapa bank asing lain juga sempat mengajukan proposal pembiayaan, namun belum mencapai kesepakatan karena mensyaratkan adanya jaminan dari pemerintah Indonesia.