Kemitraan tersebut bertujuan untuk mendukung kemandirian industri nasional dan mendorong penguatan sektor manufaktur domestik.
Langkah ini selaras dengan visi pemerintah untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk di dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.
Baca Juga:
Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara
Pinjaman jumbo ini dirancang untuk tersedia selama tiga tahun ke depan dan berasal dari seleksi ketat terhadap proposal dari 11 bank asing.
Salah satu daya tarik fasilitas ini adalah suku bunga yang kompetitif, yakni setara dengan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia.
Yang menarik, pinjaman tersebut diberikan tanpa adanya jaminan langsung, bahkan dari pemerintah Indonesia.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Pastikan Keamanan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
“Danantara adalah sebuah obligasi pemerintah,” ungkap seorang sumber anonim yang mengetahui langsung proses negosiasi tersebut.
Meski demikian, Danantara hingga saat ini belum berencana untuk menerbitkan surat utang.
Beberapa bank asing lain juga sempat mengajukan proposal pembiayaan, namun belum mencapai kesepakatan karena mensyaratkan adanya jaminan dari pemerintah Indonesia.