“Kami membangun island operation Nagan Raya dengan beban sampai 100 Megawatt (MW) dan island operation Arun dengan beban 16 MW, dengan cara ini sebagian wilayah Aceh terutama fasilitas layanan publik masih bisa mendapat pasokan listrik,” ujar Darmawan.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada Sabtu (29/11/2025) melaporkan bahwa 18 dari 23 kabupaten dan kota di Aceh mengalami kerusakan parah dan sebagian warganya masih terisolasi karena akses komunikasi terputus serta listrik padam akibat reruntuhan tower transmisi PLN.
Baca Juga:
PLN Maksimalkan Genset dan Kirim 500 Personel untuk Pulihkan Aceh
“Banyak korban termasuk beberapa kampung dan tempat yang hilang, sampai sekarang belum tahu statusnya bagaimana, insyaallah ini ada bantuan dari pada PLN Aceh dan pusat, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tersalur ya listrik-listrik yang terputus,” kata Muzakir.
Ia menambahkan apresiasi terhadap langkah cepat PLN bersama para pemangku kepentingan yang langsung mengirimkan bantuan dan dukungan teknis ke wilayah terdampak.
“Dengan ada bantuan seperti ini, rasa terima kasih kepada Pimpinan PLN yang sudah membantu Aceh, jadi mudah-mudahan amanah kita semua dibalas oleh Allah SWT, amin,” ujarnya.
Baca Juga:
Semangat Pancasila dan Keteladanan Nabi, PLN Wujudkan Layanan Tanpa Padam di Acara Keagamaan
Masih pada Sabtu (29/11/2025), PLN menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako untuk masyarakat terdampak melalui penyerahan simbolis kepada Gubernur Aceh yang diharapkan mampu menopang kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
“Kita upayakan yang terbaik, semoga perjuangan ini dimudahkan, semua masyarakat dikuatkan, dan bencana ini bisa kita tangani dengan baik, semuanya segera pulih kembali seperti sedia kala,” tutup Darmawan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]