WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) memperkuat perannya dalam mendukung transformasi digital nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers).
Kemitraan ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur kelistrikan dengan total kapasitas mencapai 1,2 gigawatt (GW) guna menunjang operasional kawasan pusat data (data center) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan berbagai layanan digital di Indonesia.
Baca Juga:
Pemulihan Kelistrikan Sumatra Rampung, PLN Normalkan 176 Gardu Induk
Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan industri data center yang tengah berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, penyimpanan data, layanan cloud, hingga pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Sebagai penyedia energi nasional, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, stabil, dan berkelanjutan untuk mendukung investasi sektor digital yang semakin masif.
Dalam tahap awal kerja sama, PLN akan menyediakan pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk fasilitas Site CGK4 yang berlokasi di Jatiluhur, Jawa Barat.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatra, Lebih dari 8,3 Juta Pelanggan Kembali Nikmati Listrik
Selanjutnya, PLN juga akan memperkuat kapasitas kelistrikan sebesar 60 MVA untuk Site CGK3A di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, serta mengembangkan jaringan tegangan tinggi dengan kapasitas 385 MVA guna melayani kebutuhan Site CGK5 yang berada di kawasan industri Suryacipta, Jawa Barat.
CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas dukungan yang telah diberikan selama ini dalam menjaga keandalan operasional pusat data milik perusahaan.
Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni (kanan), dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro (kiri) di Kantor PLN Pusat, Selasa (02/06/2026).
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, Selasa (02/06/2026).
Menurut Agus, kesiapan sistem ketenagalistrikan PLN menjadi faktor penting yang memberikan kepastian bagi perusahaan dalam menjalankan ekspansi dan pengembangan kapasitas pusat data di Indonesia.
Keandalan pasokan energi menjadi salah satu fondasi utama bagi operasional data center modern yang membutuhkan suplai listrik tanpa gangguan.
“Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambah Agus.
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa PLN siap mendukung percepatan pertumbuhan industri pusat data nasional yang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, perkembangan teknologi AI dan digitalisasi berbagai sektor akan mendorong kebutuhan energi dalam jumlah besar dengan tingkat keandalan yang sangat tinggi.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto dalam sambutannya mengatakan, PLN terus berkomitmen mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui ketersediaan pasokan listrik yang andal.
“Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi.
Untuk Site CGK4 di Jatiluhur, penyaluran daya akan dilakukan secara bertahap melalui tiga fase pengembangan.
Pada Tahap I, kapasitas yang disalurkan mencapai 2 x 150 MVA. Selanjutnya meningkat menjadi 2 x 265 MVA pada Tahap II, hingga mencapai kapasitas akhir sebesar 2 x 380 MVA pada Tahap III.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga tengah membangun Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Jatiluhur Baru yang akan menjadi sumber utama pasokan listrik bagi kawasan pusat data BDx di wilayah tersebut.
Ilustrasi PLN sedang melakukan koordinasi pengamanan jaringan listrik di data center BDx CGK4 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
“PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” tambah Adi.
Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa kerja sama antara PLN dan BDx Indonesia tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik investasi sektor teknologi tinggi.
Kehadiran pusat data berskala besar diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan posisi Indonesia sebagai salah satu hub digital di kawasan Asia Tenggara.
Selain mendukung Site CGK4 di Jatiluhur, PLN juga dipercaya untuk mengamankan pasokan listrik bagi fasilitas strategis BDx Indonesia lainnya, yaitu Site CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, dan Site CGK5 yang berlokasi di kawasan industri Suryacipta, Jawa Barat.
Pembangunan GI Jatiluhur Baru 150 kV yang akan memperkuat pasokan listrik untuk data center BDx CGK4 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
“Sinergi ini bukan sekadar jual beli listrik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor teknologi tinggi. PLN terus bertransformasi menjadi mitra andal bagi seluruh investor digital di tanah air,” tandas Adi.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendukung agenda transformasi digital nasional sekaligus memperkuat fondasi infrastruktur energi yang dibutuhkan untuk perkembangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan buatan, komputasi awan, dan layanan digital berkapasitas besar di Indonesia (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]