WAHANANEWS.CO, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa Bank Indonesia (BI) siap menyediakan dana insentif likuiditas sebesar Rp130 triliun guna mendukung pembiayaan program pembangunan tiga juta rumah.
"Saya dengar dari rekan-rekan di kementerian bahwa Bank Indonesia bersedia menyediakan Rp130 triliun untuk mendukung sektor perumahan," ujar Hashim dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Baca Juga:
Dukung Ekonomi 8%, Indonesia Genjot Kapasitas Listrik Hingga 107 GW
Ia menegaskan bahwa pendanaan program ini sepenuhnya berasal dari dalam negeri. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya keuangan yang cukup untuk merealisasikan target pembangunan tiga juta rumah per tahun.
Selain itu, Hashim juga menyebut bahwa sejumlah investor asing menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan proyek ini.
Beberapa negara yang telah menyatakan kesediaannya antara lain India, Singapura, dan Turki.
Baca Juga:
Investor Qatar Akan Bangun 1 Juta Rumah di Kalibata untuk Gen Z dan Milenial
"Investor banyak yang berminat. India bersedia, Singapura juga, dan saya baru saja menerima proposal dari Turki. Banyak pihak yang siap memberikan modal untuk mendukung proyek ini. Jadi, permintaan ada, dan pasokan pun tersedia," ungkapnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia telah meningkatkan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) bagi perbankan secara bertahap, dari Rp23,19 triliun menjadi Rp80 triliun, guna memperkuat pembiayaan sektor perumahan.
Selain itu, BI juga berencana mendukung pendanaan dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) perumahan di pasar sekunder.