“Ini awal karena sebagian mesin belum jalan. Tapi saya harapkan tahun ini akan lebih baik lagi. Ini saya akan lebih banyak jalan-jalan ke kementerian/lembaga supaya belanja mereka tetap sasaran,” ungkapnya.
“Dan kami akan juga lebih aktifkan lagi proses sidang di debottlenecking. Supaya seluruh kendala bisnis bisa dihilangkan dari perekonomian kita secepat mungkin,” tambah Purbaya.
Baca Juga:
PMN Jambi Matangkan Persiapan Pelantikan, Tegaskan Komitmen Media Profesional dan Berintegritas
Lebih lanjut, ia menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 dapat bergerak menuju angka 6 persen.
“Ini kan 5 poin persen. Saya harapkan menuju 6. Ini kan kita baru bulan pertama masuk ke bulan kedua. Tinggal 1, hampir 2 bulan lagi kan. Kalau bisa lebih cepat lagi,” ucapnya.
“Abis ini saya akan putar-putar kementerian/lembaga. Kita lihat penyerapannya bulan pertama seperti apa. Bulan kedua seperti apa. Bulan ketiga seperti apa,” pungkas Purbaya.
Baca Juga:
Tambang Mati, Rakyat Tercekik: Ketika Negara Gagal Hadir di Jalan Houling
Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan 2024 yang tumbuh 5,03 persen dan 2023 yang tumbuh 5,05 persen.
“Sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2025).
BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi mitra dagang Indonesia sepanjang 2025, yakni China tumbuh 5 persen, Singapura 4,8 persen, Malaysia 4,9 persen, Vietnam 8 persen, Korea Selatan 1 persen, dan Filipina 4,4 persen.