Jika Rusia menghentikan total aliran gas, asosiasi industri vbw Bavaria menyatakan pertumbuhan ekonomi Jerman bisa merugi hingga 12,7% pada paruh kedua 2022. Berlin bisa merugi hingga total US$203 miliar atau setara Rp3.007 triliun.
Data yang dirilis pada Kamis, menunjukkan bahwa Jerman masih mengimpor meski 22% lebih sedikit dalam empat bulan pertama tahun ini. Jerman pun rela membayar biayanya yang melonjak 170% dibandingkan periode yang sama.
Baca Juga:
Dominasi China Berakhir, AS Kini Mitra Dagang Terbesar Jerman
Pengurangan pasokan gas dari Rusia ke Jerman disebut Moskow terkait masalah teknis.
Gazprom menyalahkan keterlambatan pengembalian peralatan yang diservis yang disebabkan oleh sanksi Barat. Namun Jerman melihatnya lain. Gas dijadikan "senjata" oleh Rusia sebagai pembalasan sanksi. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.