WahanaNews.co, Beijing - Kementerian Perdagangan Indonesia menyambut baik keberhasilan ekspor perdana durian beku asal Indonesia ke Tiongkok, setelah pengiriman pertama tiba di Pelabuhan Qinzhou pada Selasa (6/1) waktu setempat.
Sebanyak 23 ton durian beku produksi PT Amerta Nadi Agro Cemerlang dari Sulawesi Tengah diekspor dengan nilai USD 123.840 atau sekitar Rp2,08 miliar. Pengiriman ini menandai ekspor langsung durian beku Indonesia ke pasar Tiongkok.
Baca Juga:
Mendag Busan Ajak Mahasiswa Manfaatkan Program Kemendag untuk Jadi Eksportir
Keberhasilan ekspor tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing dan Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan RI di Beijing, yang memfasilitasi komunikasi antara pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli di Tiongkok.
Atase Perdagangan RI di Beijing, Budi Hansyah, mengatakan ekspor durian beku ini menunjukkan bahwa standar kualitas hortikultura Indonesia telah diterima di pasar internasional.
“Ekspor langsung ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisinya di pasar global. Produk yang dikirim telah memenuhi persyaratan otoritas Tiongkok, termasuk keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan standar mutu,” kata Budi dalam pernyataannya.
Baca Juga:
Mendag: Baja Nirkarat Indonesia Makin Kompetitif di Pasar Global
Ia menambahkan bahwa durian beku tersebut telah memperoleh persetujuan dari Badan Karantina Indonesia dan diproses sesuai ketentuan kepabeanan serta pengawasan karantina yang berlaku di Tiongkok.
“Hal ini menegaskan tingkat kepercayaan otoritas Tiongkok terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia,” ujarnya.
Durian beku Indonesia tersebut akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering, durian kering beku, serta pasta durian, yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Tiongkok.
Melihat besarnya potensi pasar durian olahan di negara tersebut, Budi mendorong pelaku usaha Indonesia untuk memperluas ekspor produk hortikultura bernilai tambah.
“Kami terus memotivasi pelaku usaha untuk mengembangkan produk olahan bernilai tambah, mengingat tingginya permintaan pasar Tiongkok terhadap produk seperti durian kering dan pasta durian. Produk bernilai tambah akan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional,” katanya.
[Redaktur: Alpredo]