WahanaNews.co, Jakarta -Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menjajaki peluang peningkatan ekspor ke Jepang melalui penguatan kerja sama bisnis lintas sektor. Kolaborasi tersebut mencakup sektor teknologi pertanian, manufaktur, hingga industri komponen yang dinilai berpotensi memperluas akses pasar sekaligus memperkuat kemitraan teknologi Indonesia dengan Negeri Sakura.
Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan antara perwakilan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) dengan delegasi bisnis Jepang yang tergabung dalam Okayama International Business Association (OIBA).
Baca Juga:
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Naik pada Periode Kedua Februari 2026
Pertemuan berlangsung di Kantor Kemendag, Jakarta, pada Senin (9/2).
Direktur Jenderal PEN Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor ini membuka peluang investasi, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas pelaku usaha nasional. Menurut dia, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong kemitraan Indonesia-Jepang yang tidak hanya terbatas pada perdagangan barang.
“Melalui pertemuan ini, kami ingin memastikan kerja sama Indonesia-Jepang berkembang lebih strategis. Upaya ini termasuk untuk mendukung peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor melalui kolaborasi teknologi dan penguatan rantai pasok global,” ujar Puntodewi.
Ia menambahkan, sektor teknologi pertanian menjadi salah satu fokus kerja sama potensial, sejalan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional. Kolaborasi mesin dan teknologi pertanian dinilai dapat menciptakan nilai tambah dua arah. Terlebih, pelaku usaha dari Okayama membawa pengalaman serta teknologi unggul yang dapat diadopsi oleh pelaku usaha dalam negeri.
Baca Juga:
Bupati BatangHari Didesak Copot Kades Kembang Seri Akibat Perbuatan Perselingkuhan
Sementara itu, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kemendag, Bayu Wicaksono Putro, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal penjajakan kolaborasi bisnis lintas sektor yang lebih luas.
Menurut Bayu, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kinerja perdagangan Indonesia-Jepang pada 2025 menunjukkan daya saing produk nasional di pasar Jepang terus menguat. Kondisi tersebut diyakini dapat membuka ruang kolaborasi yang semakin luas, baik dalam penguatan rantai pasok maupun peningkatan nilai tambah produk ekspor Indonesia.
[Redaktur: Alpredo]