Lebih lanjut, karena kendaraan berbahan bakar bensin tetap ada di jalan, Nissan akan meningkatkan desain mesin yang ada daripada mengembangkan versi baru.
Pabrik yang memproduksi mesin juga akan tetap buka, dan tidak ada rencana pemutusan hubungan kerja pada tahap ini, kata orang yang mengetahui rencana perusahaan tersebut.
Baca Juga:
Tesla Terpuruk! Nilai Merek Anjlok, Kalah dari Toyota dan Mercedes
Nissan sejauh ini telah menghabiskan sekitar 500 miliar yen (US$4,3 miliar) per tahun untuk penelitian dan pengembangan, dengan sebagian besar investasi itu digunakan untuk mesin bensin dan mobil.
Dana tersebut kini akan dialihkan ke EV dan teknologi baru lainnya. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.