WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penyediaan listrik gratis selama enam bulan di hunian sementara (Huntara) korban banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dinilai menjadi fondasi penting pemulihan sosial masyarakat terdampak.
Kebijakan yang dijalankan PT PLN (Persero) tersebut tidak hanya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, tetapi juga menjaga keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi warga di masa transisi pascabencana.
Baca Juga:
Sinergi PLN Sumedang Bersama BPBD dan Dinas Perhubungan, Cegah Potensi Bahaya Bagi Masyarakat
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, dukungan kelistrikan di Huntara mencakup layanan menyeluruh, mulai dari pemasangan instalasi, kWh meter, hingga penerangan jalan umum dan fasilitas sosial.
Seluruh layanan tersebut diberikan tanpa biaya kepada warga terdampak.
“Pemasangan instalasi listrik dan kWh meternya juga menjadi bagian dari tanggung jawab PLN. Kami memastikan listrik sudah siap menyala ketika hunian sementara selesai dibangun,” kata Darmawan dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
Selain sambungan rumah, PLN juga menyediakan penerangan jalan umum serta fasilitas umum di sekitar Huntara.
Darmawan menyebut, langkah ini penting agar lingkungan hunian sementara tetap aman, produktif, dan mendukung aktivitas warga, terutama pada malam hari.
“Ini menjadi bagian dari pengabdian kami untuk pemulihan di Aceh dan wilayah terdampak lainnya. Listrik bukan sekadar energi, tetapi penopang kehidupan masyarakat,” ujar Darmawan.