Dari sisi pemulihan jaringan, PLN mencatat progres signifikan di sejumlah wilayah terdampak banjir.
Di Sumatera Barat, pemulihan listrik telah tuntas sejak 23 Desember 2025 dengan seluruh 1.265 desa kembali menyala.
Baca Juga:
Program Junivaganza PLN Bantu Efisiensi Pengeluaran Pelanggan, ALPERKLINAS: Bentuk Apresiasi Nyata bagi Konsumen
Di Sumatera Utara, dari 6.223 desa terdampak, sebanyak 99,97 persen telah pulih, menyisakan dua desa di Tapanuli Utara yang masih padam akibat banjir susulan.
Sementara itu di Aceh, pemulihan masih menghadapi tantangan berat akibat kerusakan infrastruktur transmisi. PLN mencatat 66 tower transmisi mengalami kerusakan, terdiri dari 19 tower roboh dan 47 tower mengalami deformasi.
Akses jalan yang masih terisolasi juga menjadi kendala utama dalam percepatan perbaikan.
Baca Juga:
BP BUMN dan Danantara Pangkas Entitas PLN Group, Target Tinggal 23 Perusahaan pada 2028
Darmawan menyebut, dari sekitar 6.500 desa di Aceh, saat ini masih terdapat 60 desa atau kurang dari 1 persen yang belum kembali menikmati aliran listrik.
Desa-desa tersebut tersebar di Aceh Barat, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah.
Pengamat sosial ekonomi Universitas Padjadjaran, Domy Sokara, menilai kebijakan listrik gratis di Huntara memiliki dampak strategis bagi pemulihan masyarakat korban bencana.