WahanaNews.co, Santiago -Pemerintah Indonesia melalui KBRI Santiago dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago terus memperkuat hubungan perdagangan dengan Cile. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Breakfast Meeting: Encuentro con el Mundo bersama komunitas pelaku usaha anggota PROhumana di Santiago, Cile, pada Rabu (6/5).
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa Cile merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di kawasan Amerika Latin.
Baca Juga:
Wamendag Dorong Perluasan Akses Pasar Global untuk Produk Halal Indonesia
Menurutnya, perubahan tren pasar global yang semakin menitikberatkan pada aspek keberlanjutan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor berbagai produk unggulan.
“Tren pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor produk unggulan. Indonesia pun mempromosikan berbagai produk potensial yang sesuai dengan tren pasar Cile, seperti furnitur dan dekorasi rumah berbahan alami, kopi specialty, produk berbasis kelapa, produk perikanan olahan, serta produk kemasan ramah lingkungan,” ujar Puntodewi.
Ia juga menyoroti pentingnya implementasi skema kerja sama dagang Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang telah menjadi landasan penguatan hubungan ekonomi kedua negara. Ke depan, Indonesia berharap perluasan cakupan perjanjian tersebut ke sektor jasa dan pengembangan kerja sama investasi dapat semakin meningkatkan nilai perdagangan dan investasi bilateral.
Baca Juga:
Wamendag Roro: Penguatan Waralaba Lokal dan Wirausaha Muda Kunci Indonesia Emas 2045
“Melalui implementasi Indonesia-Chile CEPA dan penguatan promosi perdagangan, Indonesia terus mendorong perluasan akses pasar bagi produk-produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar Cile,” tambahnya.
Hubungan perdagangan Indonesia dan Cile menunjukkan perkembangan positif setelah implementasi Indonesia-Chile CEPA. Pada tahun 2025, total perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai USD 535,51 juta, meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar Cile, terutama pada sektor otomotif, pupuk, dan alas kaki.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengundang para pelaku usaha Cile untuk memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada Oktober mendatang.