WAHANANEWS.CO, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan bahwa realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL nasional hingga 31 Mei 2026 telah mencapai 576.200 barel per hari (bph/ bopd). Realisasi tersebut terdiri dari produksi minyak sebesar 491.000 bph, kondensat 55.800 ribu bph, dan NGL sebesar 29.100 ribu bph.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menuturkan, realisasi lifting minyak nasional saat ini berada di level sekitar 576.200 bph. SKK Migas pun memproyeksikan lifting minyak nasional dapat mencapai kisaran 600.000 bph sampai 610.000 bph hingga akhir 2026.
Baca Juga:
bp Tandatangani Tiga Kontrak Bagi Hasil Baru, Total Blok Migas di Indonesia Jadi 11
"Untuk lifting minyak, untuk 2026, saat ini realisasinya 576 ribu bopd (barrels oil per day/ bph). Outlook sampai akhir tahun sekitar 600-610 ribu bopd. Untuk 2027 sekitar 602-615 ribu bopd," ungkap Djoko, ditulis Minggu (14/6/2026).
Mengacu bahan paparan SKK Migas hingga 31 Mei 2026, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai operator Blok Rokan di Riau masih menjadi produsen minyak, kondensat, dan NGL terbesar nasional dengan realisasi produksi mencapai 131.040 bph.
Berikutnya, di posisi kedua ditempati oleh ExxonMobil Cepu Ltd, operator Blok Cepu di Bojonegoro, dengan produksi mencapai 129.915 bph.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga dan Indo Sino Oil and Gas Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Gas Dukung Operasional Kilang
Secara nasional, realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL mencapai 576.133 bph atau setara 94,4% dari target APBN 2026 sebesar 610.000 bph.
Berikut ini adalah daftar 20 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) produsen minyak, kondensat, dan NGL terbesar nasional per 31 Mei 2026:
1. PT Pertamina Hulu Rokan: target 163.859 bopd, realisasi 131.040 bopd (80,0%).