“Ini merupakan bukti bahwa industri sarang burung walet Indonesia sangat serius dalam menjaga reputasi di pasar internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, menambahkan bahwa pemerintah mendorong optimalisasi peluang dari kekosongan pasokan ekspor sekitar 300 ton akibat suspensi tersebut.
Baca Juga:
HPE Konsentrat Tembaga dan Harga Emas Turun pada Paruh Kedua April 2026
Ia berharap peluang ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lain yang telah memenuhi persyaratan untuk menjaga pangsa pasar Indonesia di Tiongkok.
“Perusahaan yang memiliki kapasitas dan telah memenuhi kualifikasi diharapkan dapat segera bersinergi untuk mengisi kuota tersebut. Ini penting untuk memastikan pangsa pasar Indonesia tetap terjaga,” kata Miftah.
Ia menegaskan, peluang tersebut tidak boleh disia-siakan dan perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku industri nasional.
Baca Juga:
Dari Sidoarjo untuk Dunia, Kemendag Buktikan Program Pendampingan Terpadu Bawa UMKM Tembus Ekspor
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.