WahanaNews.co, Canberra - Atase Perdagangan RI Canberra Agung Haris Setiawan menginisiasi lokakarya ekspor-impor Indonesia ke Australia yang digelar secara hibrida di Marie Reay Teaching Centre, Australian National University (ANU), Canberra, Australia, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Australian Capital Territory (PPIA ACT) dan PPIA ANU itu mengangkat tema “Campuspreneur: Mencetak Mahasiswa Indonesia Menjadi Eksportir dan Buyer Masa Depan”.
Baca Juga:
Polda Jambi Launching Presisi Merdeka Run Jambi 2026, Wujudkan Semangat “Satu Langkah, Sejuta Perubahan”
Lokakarya menghadirkan Founder Agis Indoply International Pty Ltd, Agis Fendy Hasan Bachtiar, sebagai narasumber. Sebanyak 30 mahasiswa Indonesia mengikuti kegiatan secara luring, sementara sejumlah pelaku usaha Indonesia turut hadir secara daring.
Agung Haris Setiawan mengatakan, lokakarya tersebut bertujuan membuka wawasan mahasiswa Indonesia di Australia terkait peluang perdagangan dan proses masuk pasar dari Indonesia ke Australia.
“Tidak hanya itu, lokakarya ini juga mendorong mahasiswa untuk mengambil peran sebagai calon eksportir, buyer, distributor, maupun penghubung produk Indonesia di Australia,” ujar Haris.
Baca Juga:
Pangdam XX/TIB: Keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ Bukti Pengabdian Tulus untuk NKRI
Menurut Haris, mahasiswa Indonesia di Australia memiliki keunggulan strategis karena memahami Indonesia sekaligus mengenal konsumen, standar, budaya bisnis, dan jejaring pasar Australia secara langsung.
Ia menilai, mahasiswa berpotensi tumbuh menjadi eksportir, buyer, maupun mitra pasar bagi produk-produk Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Haris menekankan pentingnya pola pikir global dalam memulai ekspor. Menurut dia, eksportir harus berorientasi jangka panjang, menjaga kepercayaan dan reputasi, memenuhi standar internasional, serta bersaing melalui kualitas dan nilai tambah, bukan semata harga murah.
“Mahasiswa Indonesia di luar negeri merupakan aset strategis karena mampu membaca tren pasar, memahami kebutuhan konsumen, dan membangun jejaring sejak masa studi,” katanya.