WahanaNews.co, Makassar - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar Forum Desa Berdaya, Inovatif, Sejahtera, Akuntabel (BISA) Ekspor di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/3/2026). Forum ini menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha di desa untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Melalui forum bertajuk “Forum Desa BISA Ekspor: Dari Desa untuk Dunia – Chapter Sulawesi Selatan”, pemerintah mendorong penguatan ekosistem ekspor dari desa agar produk-produk unggulan desa dapat berkembang menjadi komoditas berkualitas ekspor.
Baca Juga:
Polda Jambi bersama Satgas Pangan Pantau Harga Sembako di Pasar Angso Duo, Pastikan Stok Aman Jelang Idul Fitri
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari desa-desa binaan dengan potensi produk unggulan, perusahaan eksportir (off-taker), badan usaha milik desa (BUMDes), serta BUMDes Bersama (BUMDesma) di Provinsi Sulawesi Selatan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa desa memiliki peran penting dalam mendorong ekspor nasional.
Menurut Puntodewi, melalui program Desa BISA Ekspor, Kemendag memandang desa tidak lagi hanya sebagai penyangga produksi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekspor nasional.
“Kemendag bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk meningkatkan ekspor dari desa dengan memangkas hambatan logistik dan birokrasi bagi pelaku usaha di desa. Dengan begitu, pelaku usaha di desa dapat ikut berkontribusi dalam rantai pasok global,” ujar Puntodewi.
Baca Juga:
Pangdam XX/TIB Tutup TMMD ke-127 Kodim 0415/Jambi, Percepat Pembangunan di Batanghari
Ia menambahkan, komoditas unggulan desa di Sulawesi Selatan memiliki potensi daya saing yang besar di pasar internasional. Dari total 247 desa binaan di provinsi tersebut, sebanyak 159 desa tercatat telah siap menembus pasar ekspor.
Adapun komoditas unggulan yang berpotensi dipasarkan ke luar negeri antara lain kakao, rumput laut, dan minyak nilam.
Forum Desa BISA Ekspor diawali dengan gelar wicara bertajuk “Penguatan Ekosistem Desa Berorientasi Ekspor melalui Sinergi Lintas Kementerian”. Talk show tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Ikatan Pimpinan Tinggi Madya Perempuan Indonesia (PIMTI).
Para panelis yang hadir antara lain Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah, Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ishartini, serta Kepala Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti.
Selain diskusi, forum ini juga menghadirkan sesi presentasi bisnis (pitching) secara daring antara pelaku usaha desa binaan program Desa BISA Ekspor dengan perwakilan perdagangan luar negeri Indonesia.
Beberapa perwakilan yang terlibat dalam sesi tersebut antara lain Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei serta Atase Perdagangan RI di Kuala Lumpur. Melalui sesi pitching ini, para pelaku usaha desa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan produk ungggulan mereka sekaligus memperluas akses pasar ekspor.
[Redaktur: Alpredo]