Meski demikian, tren perdagangan Indonesia dengan Jepang dalam lima tahun terakhir (2020–2024) masih menunjukkan pertumbuhan positif. Total perdagangan, baik migas maupun nonmigas, tumbuh sebesar 9,47 persen, sementara ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang meningkat 8,82 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total perdagangan Indonesia–Jepang pada periode Januari–November 2025 mencapai 29,29 miliar dollar AS. Meskipun turun 10,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Indonesia tetap mencatatkan surplus perdagangan sebesar 2,64 miliar dollar AS.
Baca Juga:
Kemendag Perkuat Akses Ekspor Lewat Jejaring Bisnis dengan Enam Negara Mitra
Puntodewi berharap kegiatan business matching tersebut dapat menghasilkan kesepakatan konkret yang berkelanjutan. “Kami sangat berharap business matching hari ini dapat menjadi kegiatan yang berlangsung sangat panjang dan berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur JETRO Jakarta Shinji Hirai menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di sektor manufaktur dan ritel. Sejalan dengan itu, peritel dan perusahaan perdagangan Jepang juga tengah mencari produk-produk berkualitas tinggi untuk dipasarkan di gerai mereka.
“Kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi pemasok Indonesia dalam mengembangkan produk dan memahami kebutuhan pasar Jepang. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu perusahaan-perusahaan Jepang dalam menemukan pemasok baru dari Indonesia,” kata Hirai.
Baca Juga:
Mendag Busan Ajak Mahasiswa Manfaatkan Program Kemendag untuk Jadi Eksportir
[Redaktur: Alpredo]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.