WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB pada 31 Maret 2026.
"Posisi ini masih sangat terjaga, terukur, dan sesuai desain APBN 2026. Pembiayaan anggaran juga dikelola secara prudent, efisien, dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan," ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Deni Surjantoro dalam rilis APBN KITA, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga:
Wamenkeu Juda: Pengelola Fiskal Harus Adaptif
Kemenkeu mengklaim kinerja APBN hingga 31 Maret 2026 menunjukkan fondasi fiskal Indonesia tetap kuat, sehat, dan bekerja efektif. APBN terus hadir menjaga daya tahan ekonomi nasional, mendukung masyarakat, serta memastikan agenda pembangunan berjalan konsisten.
Secara rinci, pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2% APBN. Angka ini tumbuh 10,5% (yoy), memperlihatkan kapasitas pendapatan negara tetap terjaga dengan baik di tengah tantangan global.
Sementara itu, Deni memaparkan penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7,0 triliun atau 17,2% target APBN. Realisasi ini tumbuh 14,3% (yoy). Di dalamnya, penerimaan pajak terealisasi Rp394,8 triliun atau 16,7% APBN, dengan pertumbuhan yang sangat kuat sebesar 20,7% (yoy).
Baca Juga:
Wamenkeu Juda: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi 'Angin dan Layar' bagi Kapal Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ini didukung oleh perbaikan aktivitas usaha, harga komoditas yang tetap mendukung, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta transformasi digital administrasi perpajakan yang terus diperkuat. Sementara itu, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp67,9 triliun atau 20,2% APBN, meskipun masih mengalami kontraksi 12,6% (yoy).
"Capaian ini memberikan kontribusi penting dalam menopang penerimaan negara, sekaligus mendukung pengelolaan perdagangan dan perlindungan industri domestik," kata Deni.
Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun atau 24,4% APBN. Meskipun mengalami normalisasi dibanding tahun lalu, level ini tetap menunjukkan kontribusi yang baik terhadap struktur pendapatan negara.