WahanaNews.co, Jakarta - Menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk mengutamakan penggunaan produk peralatan sekolah buatan dalam negeri. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk memperkuat industri manufaktur nasional, memperluas pasar domestik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi produk lokal.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat membuka Indonesia Student Equipment Fair (INASTEF) 2026 yang digelar di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (6/7).
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Pengembangan Sentra IKM di Manggarai Timur
Menurut Faisol, momentum tahun ajaran baru menjadi peluang besar bagi industri peralatan sekolah nasional karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai perlengkapan pendidikan.
"Momentum tahun ajaran baru merupakan peluang besar bagi industri peralatan sekolah nasional. Potensi pasar ini harus mampu dimanfaatkan oleh industri dalam negeri melalui produk yang berkualitas, inovatif, aman, memiliki desain menarik, dan mampu bersaing dari sisi harga," ujar Faisol.
Ia menegaskan, industri nasional perlu terus meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, serta inovasi agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Dengan demikian, produk dalam negeri tidak hanya mampu menguasai pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing yang semakin kuat.
Baca Juga:
Wabup Toba Minta ASN Imbangi Efisiensi Dengan Hadir di Tengah Masyarakat
INASTEF 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) sebagai wadah promosi, pemasaran, sekaligus edukasi mengenai kualitas produk peralatan sekolah buatan Indonesia. Pameran berlangsung pada 6–9 Juli 2026 dan diikuti 39 pelaku industri.
Beragam produk ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari alat tulis, buku dan kertas, seragam sekolah, tas, sepatu, mainan edukatif, alat musik pendidikan, hingga furnitur sekolah.
Besarnya potensi pasar peralatan sekolah juga didukung oleh jumlah penduduk usia sekolah di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk berusia 5–19 tahun mencapai sekitar 66 juta jiwa, ditambah sekitar 22 juta anak usia dini. Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan perlengkapan pendidikan sebagai salah satu pasar domestik yang besar dan berkelanjutan.
Faisol menilai, optimalisasi pasar dalam negeri menjadi strategi penting di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.
"Penguatan pasar dalam negeri tidak hanya memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan ketahanan industri nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi dan rantai pasok domestik," katanya.
Mengusung tema "Pakai Lokal, Tampil Total, Prestasi Maksimal", INASTEF 2026 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penggunaan produk peralatan sekolah buatan Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.
Selain mendukung proses belajar mengajar melalui produk yang berkualitas, penggunaan produk lokal juga dinilai mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat struktur industri manufaktur nasional.
Produk-produk yang dipamerkan juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menghasilkan barang yang berkualitas, aman digunakan, dan memiliki desain yang semakin kompetitif. Sebagian besar produk bahkan memiliki tingkat kandungan lokal yang tinggi sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan penyelenggaraan INASTEF bertepatan dengan periode masyarakat mempersiapkan kebutuhan sekolah. Momentum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih produk lokal.
Menurut Reni, pameran ini juga menjadi ruang yang mempertemukan pelaku industri dengan konsumen secara langsung sehingga membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat ekosistem industri peralatan sekolah nasional.
Ia menambahkan, penguatan industri peralatan sekolah merupakan bagian dari komitmen Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah melalui promosi, perluasan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan inovasi.
Sumber: Kemenperin
[Redaktur: Jupriadi]