Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan volume ekspor kopi olahan Indonesia pada 2024 mencapai 117,5 ribu ton, dengan tujuan utama antara lain Malaysia, Timor Leste, Tiongkok, Filipina, dan Arab Saudi.
Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Afrizal Haris menegaskan, sertifikasi kompetensi menjadi pengakuan resmi atas keterampilan pelaku IKM kopi. Selain menjamin standar, sertifikasi juga meningkatkan kredibilitas usaha di mata konsumen dan mitra bisnis.
Baca Juga:
Kemenperin Pertajam Potensi dan Kemampuan IKM Perkakas Tangan
“Melalui sertifikasi ini, kami berharap pelaku IKM kopi dapat meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta berkembang menjadi industri yang lebih profesional dan berkelanjutan,” kata Afrizal.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.