Menurut dia, Kabupaten Bangli menjadi salah satu wilayah potensial dalam pengembangan ekosistem bambu di Bali karena didukung ketersediaan lahan, fasilitas logistik bambu, serta mesin pengolahan yang memadai.
Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring, pelaksanaan AKB tahun anggaran 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas dan volume bahan baku, termasuk penguatan teknik pascapanen serta treatment atau pengawetan bambu guna mendukung kebutuhan industri hilir.
Program tersebut akan dilaksanakan dengan komposisi pelatihan sebesar 30 persen teori dan 70 persen praktik lapangan.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Hilirisasi Minyak Atsiri Lewat Pusat Flavor and Fragrance Bali
Peserta program diprioritaskan berasal dari penyedia bahan baku bambu yang berpotensi menjadi trainer di daerah masing-masing. Selain kembali dilaksanakan di Bali, program AKB juga direncanakan diperluas ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam mendukung pengembangan komunitas bambu tersebut, Kemenperin turut menjajaki keterlibatan sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu kerja sama yang tengah dibahas yakni dengan PT KT&G untuk pembangunan fasilitas pendukung AKB berupa asrama pelatihan dan fasilitas pengawetan bambu.
Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Bangli guna memastikan kesiapan pengembangan ekosistem bambu serta dukungan CSR.
Baca Juga:
Kemenperin Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia, Indonesia Jadi Partner Country INNOPROM 2026
Putu menegaskan, penguatan industri bambu nasional membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kami berharap industri bambu nasional dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan berbasis sumber daya alam terbarukan yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing industri nasional,” pungkasnya.
[Redaktur: Jupriadi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.