WahanaNews.co, Tapteng -Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan sabo dam di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Langkah ini menjadi strategi utama pengendalian banjir bandang yang kerap terjadi akibat luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pembangunan sabo dam diprioritaskan untuk menahan material bawaan dari hulu sungai seperti kayu, batu, dan pasir yang selama ini memicu genangan dan kerusakan di kawasan permukiman.
Baca Juga:
Selain Molor, Proyek Jalan Rajamoili dan Moh Yamin Kota Palu Gunakan Material Ilegal, PAD Hilang Lingkungan Rusak(?)
“Kita akan percepat pembangunan sabo dam dari hulu karena sabo dam mampu menahan tekanan puing kayu, batu, dan pasir. Saya minta pekerjaan dilakukan cepat, mengingat kondisi ini bisa terulang apabila hujan berlangsung lebih dari dua jam,” ujar Dody saat meninjau lokasi banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (16/2/2026).
Banjir sebelumnya dipicu oleh luapan Sungai Aek Tukka dan Aek Sigala yang berhulu di DAS Tukka. Curah hujan tinggi menyebabkan aliran anak sungai membawa material dalam jumlah besar sehingga menimbulkan genangan di sejumlah kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Dody menargetkan konstruksi sabo dam dapat segera dimulai melalui skema design and build agar pelaksanaan lebih efisien dan cepat. Pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung pada Mei 2026.
Baca Juga:
Alasan Air Bersih Masih Sulit Didapat Korban Bencana Diungkap Menteri PU
“Target bulan Mei 2026 harus selesai. Hari ini mulai proses design and build dan pekerjaan harus segera berjalan. Lokasinya memang berada di hulu dengan akses yang lebih menantang, namun ini menjadi tanggung jawab kita agar masyarakat tidak kembali terdampak banjir,” tegasnya.
Selain pembangunan sabo dam, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II telah melakukan langkah tanggap darurat dan penanganan lanjutan. Upaya tersebut meliputi normalisasi sungai, perbaikan tanggul, pembersihan material kayu dan sedimen, serta penataan lingkungan di sekitar alur sungai.
Untuk mempercepat proses penanganan, sejumlah alat berat telah dikerahkan ke lokasi, antara lain backhoe loader, dozer, dump truck, excavator, excavator grappler, excavator long arm, dan excavator mini.