WAHANANEWS.CO, Jakarta – Komisi VI DPR RI menilai kinerja keuangan PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (IDSurvey) sebagai Holding BUMN Jasa Survei berada dalam kondisi yang sangat sehat.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperkuat sinergi antaranak usaha sekaligus memperluas ekspansi bisnis, termasuk membuka peluang melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada masa mendatang.
Baca Juga:
Kelola Air Menuju Kota Global Dasyat: Langkah Gubernur Pramono Transformasi PAM Jaya dan IPO Bukan Liberalisasi
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama jajaran IDSurvey di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Menurut Adisatrya, pembentukan holding di bawah IDSurvey diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja seluruh anak perusahaan sehingga dapat menciptakan kinerja yang lebih optimal, memperkuat daya saing, serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
"Struktur yang baru ini tentunya kami ucapkan selamat ya dan semoga dengan adanya holding IDSurvey masing-masing anak perusahaan atau subholding ini bisa bekerja lebih baik lagi. Saya kira kalau melihat dari laporan keuangannya memang ini IDSurvey sehat sekali, tidak ada hutang, indikator-indikatornya bagus semua," ujar Adi saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VI DPR dengan di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:
Ratusan Gerai Domino's Pizza Tutup, Rugi Rp56,8 Miliar
Ia menilai tantangan terbesar yang kini dihadapi IDSurvey bukan lagi berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan.
Sebaliknya, fokus utama ke depan adalah memperluas pangsa pasar, meningkatkan skala bisnis, serta memperkuat posisi perusahaan agar mampu bersaing dengan pelaku industri inspeksi dan sertifikasi di tingkat global.
Salah satu opsi strategis yang dinilai layak dipertimbangkan ialah melaksanakan penawaran saham perdana di pasar modal.