Menurut Adisatrya, IPO tidak selalu dilakukan untuk memperoleh tambahan pendanaan, melainkan juga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan reputasi dan kepercayaan pasar terhadap perusahaan, khususnya di sektor jasa inspeksi, pengujian, dan sertifikasi yang sangat mengedepankan kredibilitas.
"Kalau bicara IPO kan bukan berarti karena IDSurvey perlu tambahan injeksi kas. Saya kira pasti berkecukupan. Cuma IPO kadang kita perlukan untuk menambah kredibilitas, apalagi ini di bidang pemastian industri yang perlu kredibilitas. Saya lihat pemain-pemain besar dunia semuanya juga sudah listing dan lain sebagainya. Jadi itu satu ide yang perlu menurut saya dipertimbangkan oleh Danantara dan juga IDSurvey terkait IPO ke depan," paparnya.
Baca Juga:
Kelola Air Menuju Kota Global Dasyat: Langkah Gubernur Pramono Transformasi PAM Jaya dan IPO Bukan Liberalisasi
Selain mendorong ekspansi usaha, Adisatrya juga mengingatkan pentingnya pembagian tugas dan kompetensi yang jelas di antara setiap anak perusahaan maupun subholding dalam ekosistem IDSurvey.
Dengan spesialisasi yang tegas, masing-masing entitas diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan keunggulan di bidang usahanya tanpa terjadi tumpang tindih layanan.
Ia juga menilai peluang pertumbuhan bisnis IDSurvey masih terbuka lebar, terutama untuk memperbesar pangsa pasar di sektor swasta yang selama ini masih didominasi perusahaan inspeksi dan sertifikasi asing.
Baca Juga:
Ratusan Gerai Domino's Pizza Tutup, Rugi Rp56,8 Miliar
Karena itu, perusahaan didorong meningkatkan strategi pemasaran agar komposisi pelanggan menjadi lebih beragam dan tidak hanya bergantung pada perusahaan-perusahaan BUMN.
"Marketing-nya Pak Ari dan tim di sektor swasta mungkin juga harus ditingkatkan. Jadi rasio BUMN dan anak perusahaan yang menggunakan IDSurvey kita harapkan bisa naik, tetapi secara keseluruhan diversifikasinya juga lebih bagus sehingga tidak didominasi saja oleh perusahaan-perusahaan BUMN sebagai pelanggan dari ID Survey," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Adisatrya turut menyoroti pentingnya penerapan standar sertifikasi bertaraf internasional bagi tenaga kerja yang dilakukan IDSurvey.