WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi tak hanya bisa dilihat dari angka statistik, tetapi juga dari detak konsumsi listrik yang menggambarkan denyut aktivitas industri dan rumah tangga di seluruh penjuru negeri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap hal itu saat bertemu dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga:
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Nias Barat Harap Masyarakat Beri Data Valid
Pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan konsumsi listrik nasional, termasuk di kawasan industri yang selama ini menjadi indikator langsung dari geliat dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi riil.
"Kalau dia liat itu sudah mulai naik demand listrik dari cabang-cabang tiap tiap daerah kan," ujar Purbaya setelah pertemuan.
Ia menyebut bahwa peningkatan konsumsi listrik itu tidak terlepas dari strategi pemerintah yang mengalirkan dana Rp200 triliun ke sektor perbankan untuk mempercepat penyaluran kredit ke sektor produktif dan mendorong aktivitas ekonomi.
Baca Juga:
Survei BI: Konsumen Tetap Percaya Ekonomi Kuat, Tapi Porsi Tabungan Mulai Menipis
"Jadi kelihatannya demand mulai menggeliat. Saya harapkan ke depan akan meningkat terus," jelas Purbaya.
Menurutnya, tren ini harus dipantau secara berkala agar bisa cepat direspons dengan kebijakan tambahan apabila dibutuhkan untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional.
Purbaya menegaskan bahwa dirinya akan rutin memonitor data konsumsi listrik langsung dari PLN sebagai acuan pengambilan keputusan makro ekonomi.