WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menyalanya listrik di kawasan Rumah Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang menandai babak baru pemulihan pascabencana.
Bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan penanda bahwa fase darurat perlahan ditinggalkan dan kehidupan mulai kembali normal.
Baca Juga:
Transmisi sebagai Jembatan Pemulihan, PLN Kuatkan Listrik Aceh Pascabencana
PT PLN (Persero) memastikan seluruh unit Huntara yang telah berdiri di Aceh Tamiang sudah tersambung listrik, termasuk penerangan fasilitas umum di kawasan hunian.
Dengan listrik yang menyala, kawasan Huntara tidak lagi identik dengan kamp pengungsian, tetapi mulai berfungsi sebagai ruang hidup yang layak.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa kehadiran listrik menjadi kebutuhan dasar agar warga dapat kembali beraktivitas secara aman dan nyaman.
Baca Juga:
Tak Lagi Bergantung Satu Jalur, PLN Perkuat Listrik Aceh dengan Sistem Berlapis
“Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya sudah tersedia dan langsung menyala. Masyarakat bisa segera menempatinya,” ujar Darmawan dalam keterangan, Jumat (2/1/2026).
Sebelumnya, ratusan keluarga terdampak bencana di Aceh Tamiang harus hidup dalam kondisi serba terbatas, tanpa rumah tetap dan tanpa akses listrik. Aktivitas sehari-hari terhambat, termasuk belajar anak-anak dan kegiatan ekonomi keluarga.
Kini, Huntara menjadi titik balik pemulihan. Selain hunian, kebutuhan dasar lain seperti air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan juga disiapkan secara bertahap agar warga tidak kembali berada dalam situasi darurat.