WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong penguatan kolaborasi strategis antara Kementerian Perdagangan dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna menjaga kinerja perdagangan nasional di tengah dinamika dan tantangan global.
Sinergi tersebut difokuskan pada penguatan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar global.
Baca Juga:
Penyegaran Layanan Bidang Perdagangan, Mendag Busan Lantik 22 Pejabat Kemendag
Hal ini disampaikan Mendag saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Bidang Perdagangan 2026 di Jakarta, Kamis (30/4). Rakornas mengusung tema “Optimasi Perdagangan Domestik dan Internasional serta Akselerasi Investasi Strategis Menuju Target Pertumbuhan 8 persen”.
“Di tengah tantangan global, Indonesia menjaga kinerja perdagangan melalui penguatan pasar domestik, ekspansi pasar ekspor, dan penguatan daya saing produk lokal untuk pasar global dengan dukungan penuh Kadin,” ujar Budi.
Ia menegaskan, Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjembatani kepentingan pelaku usaha, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan dan program pemerintah dapat diimplementasikan secara efektif.
Baca Juga:
Mendag Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu, Dorong Transformasi Pasar Rakyat Jadi Destinasi Wisata
Dalam paparannya, Budi menyebutkan tiga program utama Kementerian Perdagangan, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program “Dari Lokal untuk Global”.
Untuk pasar domestik, pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta melindungi pasar melalui instrumen perdagangan internasional seperti antidumping dan safeguard. Saat ini, sekitar 80 persen produk yang beredar di ritel modern merupakan produk lokal.
Sementara itu, dalam upaya memperluas pasar ekspor, pemerintah mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang dengan mitra strategis guna membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.
Melalui program “Dari Lokal untuk Global”, Kementerian Perdagangan juga memperkuat inisiatif UMKM BISA Ekspor. Program ini memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, yang kemudian membantu mencarikan pembeli internasional.
Pada 2025, program tersebut mencatatkan transaksi sebesar 134,8 juta dollar AS atau sekitar Rp2,6 triliun, dengan sekitar 70 persen pelaku merupakan eksportir baru.
Selain itu, Kemendag juga menjalankan program Campuspreneur untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor serta program Desa BISA Ekspor guna memperluas basis eksportir hingga ke tingkat desa.
Budi optimistis, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8 persen secara berkelanjutan.
“Masih banyak ruang sinergi yang bisa kita dorong bersama agar sektor perdagangan semakin maju dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menyatakan dunia usaha tetap berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan meski menghadapi tekanan ekonomi global dan domestik.
“Dunia usaha memilih tetap bertumbuh melalui efisiensi dan ekspansi, dengan dukungan kebijakan yang memberi ruang napas, membuka hambatan, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah,” ujar Anindya.
Rakornas ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan serta peta jalan percepatan perdagangan nasional untuk periode 2025–2029.
[Redaktur: Jupriadi]