WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah terus memperkuat sinergi antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan ritel modern sebagai upaya memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Komitmen tersebut ditandai dengan kemitraan antara 11 UMKM fesyen binaan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Metro Department Store. Menurut Budi, kolaborasi ini menjadi salah satu implementasi Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri yang mendorong produk lokal mampu memenuhi standar ritel modern dan bersaing dengan produk impor.
Baca Juga:
Ketua DPRD Kota Jambi Sambut Pengurus Baru PWI, Sepakat Perkuat Kemitraan
"Kita ingin pasar dalam negeri yang besar ini diisi oleh produk-produk lokal. Kita tidak anti terhadap produk asing, tetapi ingin produk lokal dapat berdampingan dan bersaing dengan produk asing. Masuknya produk dari 11 UMKM terpilih ke Metro Department Store menjadi bukti bahwa produk-produk tersebut telah mampu bersaing," ujar Budi saat menyaksikan penandatanganan kemitraan strategis di Trans Studio Mall Cibubur, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Kemitraan tersebut merupakan hasil proses kurasi terhadap 81 UMKM binaan Kemendag yang dilakukan bersama Metro Department Store. Dari proses tersebut, sebanyak 11 jenama lokal dinyatakan memenuhi standar sebagai mitra pemasok, yakni Bhumitala, Bersama Teman Hidup, Cya Wardrobe, Karimake, Dots Indonesia, HRG All, Lavanya, Cylvies, Jemma Modest, Yusuf.ind, dan Bendera.co.
Pada kesempatan yang sama, Kemendag dan Metro Department Store juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag Dewi Rokhayati dan Komisaris Metro Department Store H.H. Yong. Kerja sama tersebut menjadi dasar penguatan kemitraan dalam memperluas pemasaran produk UMKM melalui jaringan ritel modern.
Baca Juga:
Mendag Busan Lantik Inspektur Jenderal Kemendag, Dorong Peran Pengawasan dalam Mendukung Program Prioritas
Budi mengatakan, Metro Department Store merupakan mitra strategis karena memiliki 14 gerai di berbagai kota di Indonesia dengan rata-rata jumlah pengunjung mencapai 2,54 juta orang setiap tahun. Kehadiran produk UMKM di jaringan ritel tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri.
Menurut dia, kualitas menjadi faktor utama agar produk UMKM dapat diterima oleh ritel modern maupun konsumen.
"Syarat utama bagaimana bisa masuk di Metro Department Store atau di ritel modern lainnya adalah kualitasnya, karena kualitas ini akan menjaga kepercayaan. Oleh karena itu, kami selalu menyampaikan kepada UMKM untuk terus mempertahankan kualitas sehingga mampu bersaing dengan produk lainnya," kata Budi.