Pahami risiko bencana
Salah satu faktor yang menyebabkan gagal panen yaitu bencana alami. Oleh karena itu, sebelum mulai bertani, pastikan untuk mengetahui risiko bencana di area budidaya dan ketahui juga upaya pencegahannya.
Baca Juga:
Dosen dan Mahasiswa Pertanian Unib Memotivasi Masyarakat Untuk Melanjutkan Budidaya Organik Tanaman Cabai di Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu.
Ekonomi dan infrastruktur
Usaha pertanian sangat dipengaruhi dengan kondisi ekonomi dan infrastruktur yang tersedia. Maka dari itu, penting untuk menghitung jarak dari akses jalan, jarak dari listrik, hingga saluran internet.
Pengolahan lahan
Baca Juga:
PLN Dorong Modernisasi Pertanian Lewat Program Electrifying Agriculture, Petani Krisan Tomohon RaupUntung Besar
Selain pemilihan tempat, pengolahan lahan juga perlu diperhatikan agar bisa mewujudkan pertanian presisi. Lakukan pembukaan dengan tepat dan olah lahan sesuai kebutuhan tanaman.
Seorang perempuan India menanam kembali bibit padi di sawah di pinggiran Gauhati, India, 30 Januari 2018.AP via VOA INDONESIA Seorang perempuan India menanam kembali bibit padi di sawah di pinggiran Gauhati, India, 30 Januari 2018.
Penanaman dan pemeliharaan
Dalam praktik pertanian presisi, proses penanaman dan pemeliharaan harus dilakukan dengan tepat. Tahapan budidaya diawali dengan pemilihan benih unggul, penanaman sesuai prosedur, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama dan penyakit yang sesuai anjuran.