WahanaNews.co, Jakarta -
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur’an 1446 H pada Rabu (26/3) di Masjid Al Amin, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu, serta jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenkeu.
Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan salah satu acara rutin yang diselenggarakan Kementerian Keuangan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja.
Baca Juga:
Diskon Listrik 50 Persen Serap Rp13,6 Triliun, Inflasi Lebih Terkendali
Acara diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Dr. KH. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A., CDAI dari Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dalam ceramahnya, KH. Hasani Ahmad Said menekankan pentingnya memahami makna semangat iqra (membaca) yang menjadi perintah pertama dalam Al-Qur’an.
“Apa yang harus dibaca? Tidak mesti harus Qur’an karena teksnya yang bukan Iqra bil Qur’an. Tetapi saya akan baca situasi baca, kondisi baca politik, baca sosial, baca budaya, baca masyarakat, baca kondisi masyarakat saat ini. Maka ketika kita mentradisikan iqra, kita pastikan harus iqra' bismi rabbikalladzi khalaq, dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan,” jelasnya.
KH. Hasani Ahmad Said juga menyampaikan pesan dari KH. Nasaruddin Umar bahwa semangat iqra bukan hanya membaca tetapi bagaimana memahamkan masyarakat, bagaimana kita paham yang kita baca kemudian kita amalkan.
Baca Juga:
Kemenkeu Ungkap SPT Tahun 2024 Tetap Dapat Dilaporkan Hingga 31 Maret 2025
Dalam kesempatan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga berkesempatan menyampaikan arahan kepada jajaran pegawai Kementerian Keuangan yang hadir. Menkeu menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan peringatan Nuzulul Qur’an dan berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk terus saling menguatkan dalam menjalankan tugas menjaga keuangan negara di tengah gejolak dinamika global.
“Jadi saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini untuk kita semua, keluarga Kementerian Keuangan untuk terus saling menguatkan. Menjalankan tugas menjaga keuangan negara dalam suasana yang terus menerus sangat dinamis. Kita terus bekerja, saling mendukung dan dengan niat yang baik, dengan kejujuran, dengan kompetensi yang terus ditingkatkan. Karena tantangan ekonomi, tantangan keuangan negara, tantangan dunia kan terus meningkat. Itu harus dijawab salah satunya dengan instrumen keuangan negara yang harus mampu melindungi Indonesia, melindungi masyarakat, melindungi ekonomi dan Insya Allah dalam kita menjalankan dan mengelola instrumen yang melindungi ini kita dilindungi dan terus diperkuat oleh Allah SWT,” ujar Menkeu. Demikian dilansir dari laman kemenkeugoid, Kamis (27/3).
[Redaktur: JP Sianturi]