WahanaNews.co, Jakarta - PT Bank Digital BCA (BCA Digital) berkolaborasi dengan Food Bank Indonesia (FBI) dalam menjawab persoalan darurat sampah makanan di Indonesia melalui aksi pemulihan pangan (food recovery). Kolaborasi ini berhasil mengolah bahan pangan berkualitas yang belum terserap pasar menjadi 500 porsi makanan sehat bagi pengemudi ojek online dan lansia di wilayah Jakarta Pusat.
Program tersebut dilaksanakan secara serentak di empat titik distribusi, yakni kawasan sekitar Stasiun Cikini, Stasiun Gondangdia, Dapur PAUD Kenanga Cikini, serta Dapur Masjid An-Nur Menteng. Inisiatif ini digagas sebagai respons terhadap masih tingginya angka sisa pangan di Indonesia.
Baca Juga:
Membangun Generasi Melek Finansial: blu by BCA Digital Hadirkan A Day With blu Bersama Mahasiswa di Indonesia
Berdasarkan Food Waste Index Report 2024 dari United Nations Environment Programme (UNEP), Indonesia menghasilkan sedikitnya 14,73 juta ton sampah makanan setiap tahun. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat, dari total 34,21 juta ton timbulan sampah pada 2024, sekitar 39,25 persen merupakan sisa makanan. Kondisi ini mencerminkan inefisiensi ekonomi yang besar, dengan potensi kerugian mencapai Rp213 triliun hingga Rp551 triliun per tahun akibat food loss and waste.
Selain berdampak pada ekonomi, sisa pangan yang tidak terkelola juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. Badan Pangan Nasional mencatat, sampah makanan di Indonesia sebenarnya mampu menghidupi sekitar 29–47 persen populasi jika dikelola dengan baik. Di sisi lain, pembusukan sampah organik di tempat pembuangan akhir menyumbang sekitar 7,29 persen dari rata-rata emisi gas rumah kaca nasional.
Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti, mengatakan kegiatan bertajuk #bluBuatBaik Volunteer Day bersama bluForce—sebutan bagi karyawan BCA Digital—mengusung konsep optimalisasi sumber daya. Menurut dia, prinsip efisiensi yang diterapkan dalam pengelolaan keuangan juga relevan untuk menjawab persoalan pangan.
Baca Juga:
BCA Life dan BCA Digital Hadirkan Produk Asuransi Masa Kini untuk Digital Savvy: blu Health Protection
“Kami memilih memulihkan nilai dan manfaat nutrisi melalui pendekatan resource efficiency. Ini sejalan dengan misi BCA Digital untuk mendorong gaya hidup yang berkelanjutan dan lebih mindful dalam mengelola sumber daya, baik secara finansial maupun konsumsi harian,” ujar Nariswari.
Dalam pelaksanaannya, BCA Digital menyerap surplus bahan pangan dari sejumlah pedagang di Pasar Tebet, Jakarta Selatan. Bahan-bahan tersebut berupa produk segar yang secara visual kurang diminati pasar, seperti sayuran dengan bentuk tidak sempurna, namun masih memiliki kualitas nutrisi yang baik dan layak diolah.
“Melalui gerakan penyelamatan pangan ini, kami ingin membuktikan bahwa efisiensi dapat dilakukan secara nyata dengan memastikan nutrisi tetap tersampaikan kepada yang membutuhkan dan tidak berakhir sebagai sampah,” tambahnya.
Para bluForce terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari seleksi bahan pangan, proses memasak, hingga pendistribusian makanan. Keterlibatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa keberlanjutan merupakan tanggung jawab individu, tidak hanya korporasi.
Untuk meminimalkan dampak lingkungan, seluruh makanan didistribusikan menggunakan wadah makan reusable sebagai pengganti kemasan sekali pakai. Langkah ini sekaligus menjadi upaya edukasi tentang pentingnya pengurangan sampah plastik dalam kegiatan sosial.
Co-Founder Food Bank Indonesia, Wida Septarina, menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam menangani persoalan pangan secara menyeluruh, khususnya di wilayah perkotaan.
“Pangan yang belum terserap pasar, jika dikelola dengan manajemen yang tepat, dapat menjadi solusi nyata bagi kelompok rentan. Sinergi lintas sektor membuka peluang pemanfaatan pangan secara optimal untuk memperkuat ketahanan nutrisi masyarakat,” ujar Wida.
Melalui inisiatif ini, BCA Digital berharap dapat terus mendorong kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan pangan yang bijak merupakan bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.
[Redaktur: Alpredo]