WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi bersiap kehilangan akses terhadap Pertalite setelah pemerintah membuka rencana pembatasan pembelian BBM subsidi bagi kelompok desil 9 dan 10.
Rencana tersebut muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Baca Juga:
Hinca Pandjaitan: Pengecer BBM Bersubsidi di Desa Bukan "Penjahat"
Pemerintah mempertimbangkan pembatasan karena sistem pendataan dan pengawasan yang dimiliki Pertamina dinilai semakin baik sehingga penyaluran BBM subsidi dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang lebih berhak.
Langkah tersebut juga berangkat dari evaluasi pemerintah bahwa penyaluran BBM bersubsidi selama ini masih belum sepenuhnya tepat sasaran.
"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10," ujar Purbaya.
Baca Juga:
Pertamina Percepat Distribusi, Stok Pertalite dan Solar Nasional Aman 15 Hari
Menurut Purbaya, pembatasan tidak akan langsung diterapkan dalam waktu dekat karena pemerintah masih mempersiapkan mekanisme pelaksanaannya.
"Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya.
Jika kebijakan tersebut diterapkan, masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10 berpotensi tidak lagi memperoleh akses yang sama untuk membeli Pertalite sebagai BBM bersubsidi.