WahanaNews.co, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Lebaran dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan langsung ke pasar rakyat untuk memastikan ketersediaan barang dan menjaga stabilitas harga.
Hal tersebut disampaikan Budi Santoso usai meninjau harga dan pasokan bapok di Pasar Rawasari, Senin (16/3/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan.
Baca Juga:
Mendag Budi Santoso Buka Pasar Murah Sambut Ramadan 2026 di Kemendag
“Pagi ini kita melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Rawasari. Banyak komoditas yang harganya masih stabil. Kita akan terus melakukan pemantauan harga sampai Lebaran dan setelahnya agar harga dan pasokan tetap terjamin,” ujar Budi.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya. Pemerintah, kata dia, akan terus memastikan pasokan tetap tersedia dan harga tetap terkendali.
Berdasarkan hasil pemantauan di pasar tersebut, sejumlah komoditas bapok dijual sesuai atau bahkan di bawah harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan (HA). Beberapa di antaranya adalah beras medium Rp13.500 per kilogram, minyak goreng rakyat MINYAKITA Rp15.700 per liter, daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih honan Rp38.000 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram.
Baca Juga:
Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Nasional Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Selain itu, beberapa komoditas lain juga terpantau stabil, seperti tepung terigu Rp12.000 per kilogram, minyak goreng second brand Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp22.000 per liter, dan cabai merah besar Rp80.000 per kilogram.
Meski demikian, terdapat sejumlah komoditas yang harganya masih berada di atas HET atau HA. Di antaranya beras premium Rp16.000 per kilogram, gula pasir Rp18.000 per kilogram, telur ayam ras Rp32.000 per kilogram, daging sapi Rp150.000 per kilogram, serta cabai rawit merah Rp120.000 per kilogram.
Budi menjelaskan, selain minyak goreng rakyat MINYAKITA, pasar juga menyediakan berbagai merek minyak goreng dengan harga terjangkau sebagai alternatif bagi masyarakat.
“Minyak second brand ini sebenarnya minyak pendamping MINYAKITA. Jadi masyarakat memiliki banyak pilihan. Tidak hanya MINYAKITA yang terjangkau, tetapi juga ada minyak-minyak lain yang harganya masih bisa dijangkau,” kata dia.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan secara rutin melakukan pengawasan langsung ke pasar rakyat. Langkah tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap cukup serta harga tetap stabil.
Menurut dia, kehadiran pemerintah secara langsung di pasar juga diharapkan dapat memberikan efek psikologis bagi para pedagang agar tidak menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita melakukan pengawasan langsung ke pasar rakyat seperti sekarang untuk memastikan ketersediaan bahan pokok cukup dan harganya stabil. Selain itu, pengecekan langsung ini secara psikologis juga dapat mempengaruhi pedagang agar tidak menjual terlalu mahal atau di atas HET,” ujar Budi.
[Redaktur: Jupriadi]