WahanaNews.co, Jakarta - Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Mayestik, Selasa (17/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pangan Nasional sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Baca Juga:
Wamendag Roro Bahas Implementasi RCEP dan Aksesi CPTPP dengan Singapura
Roro mengatakan, permintaan masyarakat terhadap bapok cenderung meningkat menjelang Lebaran. Karena itu, pemerintah terus melakukan pemantauan langsung di lapangan.
“Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan masyarakat terhadap komoditas bapok cenderung meningkat. Oleh karena itu, kami terus memantau harga dan pasokan di lapangan agar tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Roro.
Dalam peninjauan tersebut, salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah minyak goreng rakyat MINYAKITA. Berdasarkan hasil pemantauan, pasokan MINYAKITA dari Perum BULOG tersedia dengan harga Rp15.700 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Baca Juga:
Wamendag RI Bertemu Wamen Investasi Malaysia, Bahas Peningkatan Perdagangan dan Dukungan Aksesi CPTPP
Pemerintah juga memperkuat pengawasan distribusi MINYAKITA melalui kerja sama dengan BUMN pangan. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang mewajibkan produsen menyalurkan minimal 35 persen Domestic Market Obligation (DMO) MINYAKITA melalui BULOG maupun ID FOOD.
Roro menegaskan, langkah ini bertujuan agar distribusi minyak goreng lebih terkontrol dan tepat sasaran.
Selain minyak goreng, sejumlah harga bapok di Pasar Mayestik terpantau relatif stabil. Beras premium dijual Rp16.000 per kilogram, gula pasir kemasan Rp18.000 per kilogram, dan minyak goreng premium Rp21.000 per liter.