WahanaNews.co | Belanja negara telah menyentuh Rp2.351,1 triliun sepanjang Januari hingga Oktober 2022.
Dengan begitu, realisasi belanja di APBN baru mencapai 75,7 persen.
Baca Juga:
Pendapatan Negara Tumbuh Positif, PPN-PPnBM Melonjak 97 Persen hingga Februari 2026
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan belanja paling banyak adalah belanja non kementerian/lembaga yang mencapai Rp917,7 triliun.
Hal ini didukung oleh penyaluran subsidi, kompensasi BBM dan listrik, pembayaran pensiun, THR serta jaminan kesehatan ASN.
"Belanja non kementerian/lembaga ini telah mencapai 67,7 persen dari APBN kita, dominasi sangat besar adalah subsidi dan kompensasi BBM serta listrik, ini yang menjadi dominasi dari absorber dari APBN kita," ujarnya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (24/11).
Baca Juga:
APBN 2026 Dinilai Tetap Solid di Tengah Gejolak Global, Menkeu: Fundamental Ekonomi Kuat
Sementara untuk belanja kementerian/lembaga mencapai Rp754,1 triliun atau 79,7 persen dari APBN.
Belanja ini dimanfaatkan untuk penyaluran berbagai bansos dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke masyarakat, pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigasi, belanja pegawai termasuk THR dan gaji ke-13.
Kemudian, untuk transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp679,2 triliun atau 84,4 persen terhadap APBN.